Showing posts with label Trisemester Pertama. Show all posts
Showing posts with label Trisemester Pertama. Show all posts

Mengatasi Tekanan Darah Tinggi Pada Kehamilan

Keracunan kehamilan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu hamil. Jika saat ini Anda sedang hamil, waspadalah! Berkait itu, dalam Senam Sehat Kaltim Post di area parkir Mal Fantasi, Minggu (5/2), tim dokter dari Rumah sakit Balikpapan Baru (RSBB), Dr MS Djajoesman, MARS dan Dr Novi SpOG akan mengupas secara tuntas mengenai Eclampsi dan Preeklamsi dengan tema Tekanan Darah Tinggi Pada Kehamilan.
Persalinan adalah peristiwa alamiah, yang kebanyakan berlangsung dengan selamat. Namun kadang-kadang ada komplikasi kehamilan yang memberikan kesulitan sehingga persalinan tidak berlangsung mulus. Di antara ibu-ibu hamil, ada yang akan mengalami keadaan yang disebut preeklamsi dan eklamsi. Maka sudah sewajarnya ibu-ibu mengontrol kehamilannya, hingga jika ada kelainan cepat diketahui. Di antara hal-hal yang diperiksa pada ibu hamil yang melakukan kontrol kehamilan adalah : tekanan darah, pengukuran berat badan, pemeriksaan urine, pemeriksaan fisik, menanyakan keluhan dsb, ungkap Djajoesman.
Dijelaskannya, timbulnya tekanan darah tinggi, albuminuri, atau udema antara minggu ke 20 masa kehamilan sampai minggu pertama sesudah melahirkan disebut preeklamsi, sedangkan gejala koma dan kejang pada masa tersebut, tanpa adanya penyebab-penyebab lain disebut eklamsi. Sementara itu, lanjutnya, penyebab preeklamsi dan eklamsi sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti. Preeklamsi sendiri timbul pada 5 % wanita hamil dan kebanyakan timbul pada mereka yang baru pertama kali hamil, dan pada mereka yang sebelumnya telah mengidap penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit pembuluh darah lainnya katanya.
Ekalamasi sendiri terjadi pada satu dari 200 kasus pasien preeklamsi. Setiap wanita hamil yang mempunyai tekanan darah 140/90, mengalami edema (bengkak) pada wajah dan tangan. Albuminuri plus 1 atau lebih, atau yang tekanan darahnya naik 30 mm Hgsystolic dan 15 mm Hg diastolicbisa diangap preeklamsi. Pasien yang memiliki tekanan darah 150/110 dengan edema yang jelas, atau albuminuri dapat dikatakan mengalami preeklamsi berat kata Djajoesman.
Ditambahkannya, pengobatan yang ditujukan untuk menyelamatkan ibu dan si jabang bayi, yaitu dengan rawat jalan, dan istirahat yang cukup, serta dengan pemeriksaan rutin dokter setiap dua hari sekali. Jika kondisinya membaik, kehamilan dapat diteruskan sampai mendekati term. Sesudah minggu ke 34 dan 35, kebanyakan pasien dengan preeklamsi harus segera melahirkan.
Harus juga diwaspadai timbulnya gejala kaburnya penglihatan, kebingungan, nyeri, pendarahan, dan observasi denyut nadi janin. Untuk mengetahui lebih jauh bahaya tekanan darah tinggi saat kehamilan, silakan bergabung di Senam Sehat Kaltim Post, jelas Djajoesman.

Perlukah Tes Darah pada Awal Kehamilan Anda?

Pemeriksaan darah saat kehamilan bisa untuk mendeteksi adanya kelainan genetis pada janin.

Segera setelah dinyatakan positif hamil, ada serangkaian tes atau pemeriksaan untuk memantau kondisi kesehatan Anda dan janin. Salah satunya adalah tes darah. Biasanya dilakukan saat usia kehamilan 10-12 minggu dan dilakukan lagi saat usia kehamilan 28 minggu. Apa yang dilakukan pemeriksa? Mengambil sampel darah, biasanya dari pembuluh vena yang ada di tangan untuk mengetahui:
  • Golongan darah (A, B, AB, atau O) dan rhesus darah (positif atau negatif). Bila ternyata Anda rhesus negatif sementara darah bayi memiliki rhesus positif, Anda perlu suntikan Anti D setelah melahirkan, atau bila terjadi keguguran untuk perlindungan agar pada kehamilan berikutnya bayi tidak akan menderita penyakit anemia akut.
  • Kadar zat besi dan hemoglobin. Risiko menderita anemia meningkat saat hamil karena Anda perlu zat besi ekstra untuk membentuk darah bayi dan ini bisa diketahui dari rendahnya kadar hemoglobin.
  • Kemungkinan Anda menderita IMS (Infeksi Menular Seksual). Bila dari hasil tes ternyata Anda mengidap PMS, seperti sifilis, dokter bisa segera melakukan tindakan pencegahan agar bayi tidak tertular.
  • Antibodi terhadap TORCH (toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus dan herpes). Bila ternyata antibodi Anda kurang, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan. Misalnya, menghindari orang-orang yang pernah atau mungkin terjangkit penyakit rubella, terutama pada trimester pertama kehamilan, dan setelah melahirkan Anda perlu mendapat imunisasi (saat hamil Anda tidak boleh mendapat imunisasi rubella).
  • Kemungkinan bayi menderita kelainan genetis, seperti familial hypercholesterolemia (memiliki kolesterol tinggi), cystic fibrosis (kelainan yang menyebabkan penyakit multisistem), sickle-cell anemia (kelainan bentuk sel darah merah), Thalassemia (kelainan asam amino pembentuk hemoglobin), dan penyakit Tay-Sachs (terbentuknya lemak dalam sel, terutama sel otak dan saraf).
Sebelum melakukan tes darah, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter untuk mendapatkan cukup bekal informasi seputar tes yang akan dijalani.

Mengukur & Menjaga Tekanan Darah Saat Hamil

Penting untuk Anda yang sedang hamil untuk rutin memantau tekanan darah demi kesehatan ibu dan bayi. Mudah kok mengukur tekanan darah. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah!

Pembuluh nadi memiliki dinding yang elastis, yang bisa melonggar dan menyempit. Dinding pembuluh akan melonggar ketika tekanan darah melemah, sebaliknya dinding pembuluh darah akan menyempit ketika tekanan darah menguat atau meningkat.

Melonggar dan menyempitnya pembuluh darah ini seirama dengan gerak atau denyut jantung. Dari sinilah kita bisa mengecek tekanan darah kita.

Tekanan darah biasanya diukur dengan suatu alat yang disebut sphygmomanometer, sebuah pompa kecil yang dilengkapi dengan kain pembalut yang dihubungkan ke sebuah alat yang memiliki skala ukuran dengan pipa karet. Untuk mengetahui titik sistolik (tekanan darah tertinggi) dan diastolik (tekanan darah terendah), digunakan stetoskop yang diletakkan tepat di bawah siku bagian dalam.

Bagaimana cara mengukurnya? Lilitkan kain pembalut pada lengan Anda. Pompa sehingga jarum pada skala ukuran akan bergerak naik. Ketika skala ukuran bergerak naik, dengarkan suara denyut nadi melalui stetoskop hingga suara denyut nadi berhenti, itulah yang disebut diastolik.

Setelah itu lepaskan pompa dan jarum akan turun kembali secara perlahan. Titik dimana suara denyut nadi kembali terdengar untuk pertama kali itulah yang disebut sistolik. Perhatikan angka diastolik dan sistolik, itulah ukuran tekanan darah Anda.

Normalnya, tekanan darah orang dewasa pada usia 20 tahun sekitar 120 untuk sistolik dan 80 untuk diastolik. Ukuran ini biasa ditulis dalam 120/80 mm/Hg. Sementara di usia 30 tahun, tekanan darah normal biasanya sekitar 123/82 mm/Hg. Tekanan darah Anda, normalkah? 

Cara-Cara Memastikan Kehamilan Anda

Setelah mengamati tanda – tanda dugaan kehamilan segeralah pastikan apakah Anda benar-benar hamil atau tidak .

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memastikan kehamilan melalui tes.
  1. Tes Urine
    Untuk melakukan tes ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu proses pemgetesan itu sendiri, waktu pengetesannya , dan membaca hasil tesnya. Tes HCG ini adalah bentuk tes kehamilan dengan menguji keberadaan HCG atau Human chorionic gonadothrophine . HCG merupakan hormon yang diproduksi oleh plasenta begitu embrio mulai menempel pada dinding rahim. Hormon ini sebagian dikeluarkan melalui air seni ibu yang sedang hamil. Alat ini sekarang banyak dijual bebas di pasaran dengan berbagai merek dan pengetesan pun bisa Anda lakukan sendiri.

    Yang pertama caranya dengan menampung sedikit saja air seni yang dikeluarkan pertama kali saat Anda bengun tidur pagi, pada sebuah wadah yang sudah Anda Persiapkan .

    Alat tes yang berbentuk semacam stick itu dicelupkan ke dalam air seni yang sudah 5-10 detik.

    Sebelum melakukan pengetesan ada baiknya Anda menahan keinginan untuk buang air kecil beberapa saat supaya air seni yang dikeluarkan kendat dan mengandung banyak HCG.

    Kedua, perhatikan juga waktu melakukan pengetesan , yaitu 7 hari setelah ovulasi. Kurang dari itu hasilnya akan tidak memuaskan. Produksi HCG merupakan reaksi terhadap tertanamnya bakal janin pada dinding rahim, berarti tertanamnya bakal janin pada dinding rahim terjadi sebelum HCG diproduksi.

    Bakal janin mulai tertanam pada dinding rahim sekitar 6 hingga 12 hari setelah ovulasi, yang paling banyak adalah pada hari ke 10. Sehingga waktu yang tepat untuk memastikan kehamilan adalah sekitar hari ke 7 setelah ovulasi.

    Kondisi seperti ini tidak selalu terjadi pada semua wanita. Ada wanita yang sebetulnya hamil, tetapu menunjukkan hasil tes yang negatif. Salah satu penyebabnya adalah karena dia memiliki siklus menstruasi yang panjang.

    Yang ketiga adalah cara membaca hasil tes. Untuk itu Anda bisa melihat langsung pada alat tes tersebut. Biasanya alat tes tersebut memiliki dua jendela; satu untuk kontrol dan satu lagi untuk hasil.Jendela kontrol berfungsi memberitahukan kepada Anda apakah tes yang dilakukan sudah benar atau belum.Sementara jendela hasil menunjukkan apakah Anda positif hamil atau negative.

    Semua alat tes yang dilakukan di rumah harus langsung dibaca begitu selesai digunakan. Setelah itu alat itu harus langsung dibuang agar tidak terjadi kebingungan akibat perubahan tanda positif / negative akibat waktu.
  2. Tes Darah
    Sama dengan tes Urine, tes darah juga fungsinya adalah untuk melihat keberadaan HCG, hanya berbeda sarananya saja..

    Darah seseorang perempuan yang diduga hamil diambil sampel untuk dites di laboratorium dengan metode tertentu. Tingkat keakuratnnya sebetulnya hampir sama.
  3. Tes dengan USG
    Kadang –kadang walaupun telah melakukan tes urin sendiri di rumah ada pasangan suami istri yang masih belum yakin akan terjadinya kehamilan karena alasan-alasan tertentu . Untuk itu mereka bisa melakukan tes menggunakan alat ultrasonografi / USG yang biasanya di rumah sakit atau klinik-klinik bersalin, atau tempat praktek dokter. Ini akan lebih bisa meyakinkan kalau memang terjadi kehamilan Anda bisa melihat gambaran embrio melalui layar alat USG.

8 Hal yang Perlu Anda Ketahui jika Mau Tes Kehamilan di Rumah

Untuk memastikan kehamilan biasanya perlu tes untuk memastikan. Tes yang biasa dilakukan adalah dengan tes urine (air seni). Alat tes urine saat ini sudah banyak dijual di apotek-apotek. Pemeriksaan urine untuk kehamilan adalah dengan mengukur human chorionic gonadotropin (HCG), yaitu hormon yang dihasilkan oleh plasenta pada saat kehamilan yang akan meningkat dalam urine dan darah selama minggu pertama setelah konsepsi.

Ada dua tipe tes kehamilan di rumah, yakni dengan strip yang dicelupkan ke dalam urine, dan bentuk tes kehamilan dengan meneteskan urine pada alat tes. Namun, dalam tes kehamilan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dalam bukunya, Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan, dr Suririnah menuturkan delapan hal yang penting untuk diketahui mengenai alat tes kehamilan di rumah, di antaranya:

1. Nilai sensitivitas dari tes kehamilan
Nilai sensitivitas alat tes kehamilan berbeda-beda, tergantung mereknya. Makin rendah nilai sensitivitasnya, makin dapat terdeteksi kehamilannya. Sensitivitas dinilai dengan mIU/ml. Artinya, seberapa rendah jumlah HCG dalam urine yang dapat membuat hasil tes positif.

2. Kedaluwarsa tes kehamilan
Pastikan Anda membaca kemasan alat tes kehamilan sebelum menggunakannya untuk mengetahui kapan tanggal/bulan/tahun masa berlakunya.

3. Tempat penyimpanan
Alat semacam ini cukup sensitif jika disimpan di tempat yang lembab dan panas, misalnya, di kamar mandi. Sebaiknya membeli alat tes ini sesaat sebelum digunakan untuk memastikan alat ini masih bekerja optimal.

4. Instruksi cara penggunaan
Perhatikan instruksi cara penggunaan yang ada pada setiap petunjuk kemasannya. Ada yang digunakan dengan mencelupkan ke dalam air seni yang ditampung, ada yang hanya perlu diteteskan urine. Kebanyakan tes kehamilan akan bertanda dua garis jika hasilnya positif.

5. Saat pengambilan urine
Tes kehamilan paling baik dilakukan dengan urine pertama di pagi hari sesaat setelah bangun tidur, ketika urine terkonsentrasi. Urine yang diuji tergantung konsentrasi urine, tergantung banyaknya cairan yang Anda minum karena akan berpengaruh pula pada keenceran urine Anda.

6. Akurasi tes kehamilan
Akurasi tes kehamilan adalah 99 persen bila dilakukan sesuai instruksi yang ada pada tiap kemasan secara benar dan dibaca saat tes atau sesuai waktu pada setiap instruksi kemasan. Pembacaan yang terlalu lama setelah tes dilakukan atau melewati waktu evaporasi pada kemasan tes kehamilan pun akan memengaruhi penilaian hasil.

7. Kapan melakukan tes kehamilan
Alat tes kehamilan belakangan ini banyak yang mengklaim bisa mendeteksi kehamilan pada hari 1-5 setelah terlambat menstruasi. Kebanyakan dokter menganjurkan menggunakan tes kehamilan di rumah jika sudah terlambat menstruasi satu minggu. Karena adanya variasi yang luas dan berbeda dari tiap wanita, implantasi (menempelnya) embrio ke dinding rahim biasanya perlu waktu 6-12 hari setelah pembuahan. Hormon HCG baru mulai dihasilkan setelah implantasi terjadi.

8. Bila hasilnya negatif
Bila hasil tes kehamilan negatif dan Anda tetap tak mendapat menstruasi, cobalah tes kembali 3 hari kemudian. Karena jumlah HCG akan meningkat ganda setiap 2-3 hari selama kehamilan 6 minggu pertama.

(female.kompas.com)

Apa yang Boleh & Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil

Saat ini bagi Anda yang tengah hamil, mungkin banyak pertanyaan muncul, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dari manapun sumbernya, baik itu buku, majalah, teman ataupun dokter, semua hal yang diberitahukan tersebut penting untuk kelangsungan janin di dalam kandungan.

Namun kadangkala, apa yang Anda ketahui itu bisa jadi tidak berdasarkan penelitian ilmiah dan belum tentu tepat. Lantas apa yang sebenarnya boleh dan tidak bolek dilakukan wanita hamil? Dilansir Fit & Pregnancy, berikut do's and dont's yang paling sering ditanyakan dan dijawab melalui penelitian ilmiah oleh Joel M. Evans, MD, dokter kandungan yang menulis The Whole Pregnancy Handbook:

1. Minum Vitamin
Untuk mengoptimalkan perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil, Anda harus mengonsumsi banyak vitamin dan mineral. Jika Anda adalah seorang penganut pola makan sehat, vitamin dari dokter sebenarnya tidak diperlukan. Namun, dari sebuah penelitian di Amerika, kebanyakan wanita tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka. Makanya para dokter kandungan memberikan vitamin pada ibu hamil.

2. Berhati-hatilah Pada Minuman Beralkohol
Tidak ada minuman alkohol jenis apapun yang aman untuk kehamilan. Alkohol pun bisa mempengaruhi plasenta. Data juga menunjukkan janin akan kena dampaknya jika sang ibu seorang pecandu alkohol (minum empat kali dalam sehari). Minum alkohol meski hanya sesekali juga bisa menyebabkan efek yang tidak diketahui pada bayi. Hasil penelitian The National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism
mengungkapkan tidak ada masalah yang seragam pada bayi yang ibunya tidak terlalu sering minum alkohol saat hamil. Meski begitu, Anda para wanita hamil harus tetap hati-hati.

3. Jangan Minum Kopi Terlalu Banyak
Kafein memiliki efek simultan yang dapat meningkatkan denyut jantung, sedikit meningkatkan tekanan darah. Efek tersebut membuat ibu hamil merasa gelisah dan insomnia serta merangsang sekresi asam lambung. Kondisi-kondisi tersebut tentu saja berpengaruh terhadap perkembangan janin yang dikandung.

Terlalu banyak minum kopi seringkali dihubungkan dengan menyebabkan keguguran, bayi lahir kecil dan kelahiran prematur. Meski begitu sampai saat ini belum ada bukti ilmiah apakah minum kopi 1-2 gelas sehari akan mempengaruhi bayi atau tidak. Hanya saja, sebagai calon ibu Anda harus tetap hati-hati.

4. Stop Merokok
Merokok sama sekali tidak menghasilkan hal yang baik untuk tubuh. Apalagi pada ibu hamil, hal ini bisa berefek pada janin. Merokok bisa menurunkan kandungan oksigen dalam darah janin, menghambat pertumbuhannya, kelahiran prematur, anak menjadi penderita asma, bayi bisa menderita Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Jadi, berhenti merokok adalah hal terbaik yang harus Anda lakukan untuk diri
sendiri maupun bayi Anda.

5. Jangan Terlalu Banyak Khawatir
Selain empat hal di atas, mungkin ada banyak do's and dont's lainnya yang pernah Anda dengar dan membuat bingung. Jika ini terjadi, Anda bisa stres sendiri. Dokter Joel menyarankan percayalah pada kemampuan Anda. Jangan terlalu banyak khawatir. Tetaplah rileks selama menjalani kehamilan. Penelitian menunjukkan, ibu hamil yang tenang akan melahirkan bayi yang juga lebih tenang.

Tips Melewati Trisemester Pertama dengan Senyuman

Trimester pertama kehamilan jadi hal yang menakutkan untuk beberapa wanita. Biasanya mereka akan merasakan mual yang terus-menerus, kelelahan, kram dan lain-lain. Bagaimana melewati trimester pertama ini dengan senyuman?

Trimester pertama kehamilan (1-3 bulan) biasanya identik dengan mual dan muntah di pagi hari. Rasa mual ini disebabkan oleh meningkatnya hormon kehamilan, HCG.

Sedihnya, mual dan muntah tidak hanya datang di pagi hari. Pada beberapa wanita, dua rasa tidak enak itu bisa datang sepanjang hari, tanpa diduga-duga.

Jika mual dan muntah ini sudah sangat mengganggu kegiatan Anda, konsultasikanlah ke dokter kandungan. Biasanya dokter akan memberi obat yang bisa mengurangi rasa mual tersebut. Selain obat dari dokter, selalu sediakan permen mint atau permen karet di dekat Anda. Makan dalam jumlah sedikit setiap beberapa jam juga bisa membuat perut tetap nyaman. O'ya, para calon ibu juga harus banyak minum air agar tidak kekurangan cairan karena terlalu sering muntah.

Payudara Mulai Sakit
Rasa sakit karena payudara mulai membengkak juga akan muncul di tiga bulan pertama kehamilan. Namun rasa sakit ini tidak akan terlalu mengganggu. Agar rasa sakit tersebut tidak semakin menjadi-jadi, mulailah membeli bra yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Pakai juga baju yang tidak terlalu sempit di bagian dada.

Pola Tidur & Makan
Beberapa wanita hamil akan mudah terlelap di malam hari. Trimester pertama kehamilan membuat mereka merasa lelah sehingga, tidur jadi hal yang paling didambakan.

Perubahan pola makan juga akan terjadi di trimester pertama kehamilan. Mual di pagi hari menyebabkan Anda melewati sarapan. Jika ini terjadi, cobalah ngemil makanan ringan seperti biskuit sayuran atau buah-buahan jelang makan siang.

Kalau Anda tiba-tiba ingin makan sesuatu di luar jam makan, jangan khawatir, penuhi saja keinginan tersebut. Namun harus tetap diingat, makanlah makanan yang sehat.

Semua ketidaknyamanan yang terjadi di trimester pertama kehamilan ini akan berakhir di minggu pertama usia kehamilan Anda memasuki 13 minggu. Begitu masuk trimester kedua, siap-siaplah ucapkan selamat tinggal pada rasa mual dan muntah.

(Eny Kartikawati - wolipop.com)

Ciri-ciri Anda sedang Hamil

Tidak sedikit wanita yang terlambat mengetahui kalau dirinya hamil. Untuk para wanita yang tengah menanti kehamilan, ciri-ciri ini perlu diketahui, siapa tahu terjadi pada diri Anda.

1. Payudara bengkak dan lembut
Nyeri atau kesemutan di payudara adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum. Di awal kehamilan, payudara akan mengisi dan berubah bentuk karena mereka mempersiapkan diri untuk menghasilkan susu. Payudara pun bisa menjadi sangat lembut dan sensitif selama beberapa bulan. Namun perlu dicatat, menurut ahli laktasi, Teresa Pitman, tidak semua wanita mengalami perubahan ini, terutama
jika mereka telah menggunakan pil KB.

2. Areola lebih gelap
Untuk banyak wanita, perubahan hormon bisa menyebabkan pada perubahan pada areola (lingkaran sekitar puting). Areola akan menjadi lebih lebar dan berwarna lebih gelap pada wanita hamil. Ini adalah ciri-ciri kalau payudara tengah mempersiapkan diri untuk menyusui.

3. Spotting/Bercak
Biasanya 5-10 hari setelah pembuahan, pada beberapa wanita akan timbul bercak darah seperti ketika haid. Bercak darah ini bukan berarti sesuatu yang buruk, karena hal itu bisa saja efek akibat menempelnya embrio di dinding rahim.

4. Buang Air Kecil Semakin Sering & Konstipasi
Saat Anda hamil, janin yang tumbuh di rahim akan menekan kandung kemih sehingga frekuensi buang air kecil pun akan bertambah. Kandung kemih juga lebih cepat dipenuhi urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Bukan hanya buang air kecil, wanita hamil ada juga yang mengalami konstipasi atau sembelit. Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon tersebut selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar.

5. Mudah Lelah
Di awal kehamilan, Anda akan merasa mudah lelah. Rasanya Anda ingin bermalas-malasan saja di tempat tidur. Hal ini terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan adanya makhluk baru.

6. Mual
Mual adalah gejala kehamilan yang paling umum. Rasa mual itu terjadi karena peningkatan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrophin). Peningkatan hormon HCG ini menyebabkan efek pedih pada lapisan perut sehingga menimbulkan rasa mual. Biasanya rasa mual ini akan pergi seiring Anda memasuki trimester kedua kehamilan.

7. Sensitif Pada Bau
Sama seperti mual, gejalan sensitif pada bau ini juga salah satu ciri-ciri umum dalam kehamilan. Sejumlah peneliti menduga, gejala ini terjadi agar wanita hamil tidak mudah makan sembarangan sehingga melindungi bayi dari racun yang berbahaya.

8. Terlambat Haid
Salah satu ciri-ciri kehamilan yang paling jelas adalah terlambat datang bulan. Namun tidak semua keterlambatan tersebut diartikan sebagai kehamilan. Anda bisa saja telat haid karena stres, diet atau gangguan hormonal.

9. Sakit Kepala
Wanita hamil kerap merasakan pusing dan sakit kepala. Dua hal tersebut terjadi bisa karena beberapa sebab seperti kelelahan, mual, lapar dan rendahanya tekanan darah. Namun tidak semua wanita hamil merasakan keluhan tersebut. Malah ada yang merasa sakit kepala dan pusing jauh berkurang selama hamil.

Ciri-ciri kehamilan yang sudah dijelaskan di atas, terjadi berbeda-beda pada setiap wanita. Belum tentu, Anda mengalami semuanya, namun ada juga yang merasakan kesembilan hal tersebut. Agar tidak semakin bingung, jika ciri-ciri kehamilan tersebut sudah Anda rasakan, lakukan tes kehamilan dan periksa ke dokter.

5 Hal yang Menyiksa Saat Hamil

Saat tahu hamil, Anda pasti bahagia. Namun Anda juga harus siap menerima konsekuensi dari kehamilan tersebut. Meski selama 9 bulan akan banyak hal menyenangkan terjadi, ada hal-hal yang tidak nyaman harus dilalui. Ini dia lima hal itu.

1. Morning Sickness
Dilansir Todays Parent, 80-90 persen wanita hamil akan merasakan mual di trimester pertama kehamilan. Rasa mual ini disebabkan oleh meningkatnya hormon kehamilan, HCG.

Rasa mual dan berujung pada muntah ini biasanya tidak bisa diprediksi datangnya. Anda bisa tiba-tiba ingin muntah di saat tengah meeting atau berada di dalam mobil. Mencium bau yang tidak enak di hidung pun bisa memicu wanita hamil untuk muntah.

Untuk meminimalkan rasa mual dan keinginan muntah itu, Anda bisa mencoba dengan mengonsumsi permen (disarankan rasa jahe) dan jeruk lemon (lemon memiliki efek anti mual). Kalau kedua hal tersebut tidak berhasil, Anda bisa minta bantuan dokter untuk memberikan resep agar muntah tidak terus terjadi.

2. Mudah Buang Gas

Buang gas adalah hal normal dan menyehatkan tubuh. Namun saat hamil, kegiatan ini bisa meningkat karena rahim mengembang berikut bayi di dalamnya. Dengan semakin berkembangnya rahim dan bayi, makin sedikit ruang untuk gas yang diproduksi setiap hari itu di dalam perut.

Meningkatnya aktivitas buang gas ini membuat wanita hamil sulit mengontrolnya. Anda bisa tiba-tiba buang gas di saat sedang bekerja di kantor, dengan suara yang cukup keras. Bagaimana mengatasinya?

Ada beberapa cara, pertama hindari terlalu banyak makan makanan yang mengandung gas seperti kol. Minuman bersoda juga bisa memicu Anda untuk buang gas. Jika buang gas ini sudah sangat mengganggu, Anda bisa bertanya pada dokter adakah obat yang perlu dikonsumsi.

3. Bertambahnya Hormon

Meningkatnya hormon kehamilan pada beberapa wanita terkadang lebih buruk efeknya dari hormon ketika PMS datang. Hormon ini membuat Anda sangat sensitif sehingga mudah marah dan emosi. Mood wanita hamil juga bisa berubah cepat, Anda bisa bahagia namun bisa tiba-tiba menjadi sedih. Meningkatnya hormon progesteron dan estrogen ini tidak hanya mempengaruhi mood, tapi juga nafsu makan.

4. Tiba-tiba Keluar Air Seni
Jangan kaget jika ketika Anda hamil tiba-tiba keluar air seni. Hal ini bisa terjadi saat Anda tertawa terlalu keras atau bersin. Keluarnya air seni secara mendadak ini karena rahim semakin menekan kandung kemih sehingga sulit untuk menahan air seni yang sudah terkumpul. Agar hal tersebut tidak sering terjadi, mulailah belajar senam kegel atau senam menguatkan otot vagina. Saat beraktivitas sehari-hari, Anda juga bisa memakai pantyliner agar air seni yang keluar tiba-tiba itu tidak membahasahi pakaian.

5. Mudah Lupa

Mitos Otak Kehamilan biasa didengar saat wanita berbadan dua. Mitos ini berhembus karena tidak sedikit wanita hamil yang mendadak menjadi mudah lupa. Berdasarkan penelitian tim Australia, penurunan daya ingat ini bersifat adaptif karena Anda menjadi lebih perhatian pada bayi. Wanita hamil menggeser fokus mereka dari masalah-masalah yang biasa dihadapi jadi mempersiapkan kelahiran sang bayi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More