Showing posts with label Gangguan Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Gangguan Kehamilan. Show all posts

Komplikasi yang Terjadi pada Wanita Gemuk Saat Hamil

Obesitas atau kegemukan yang berlebih menyebabkan beberapa risiko bagi kesehatan. Terlebih pada wanita gemuk yang sedang hamil yang berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi saat melahirkan.

Tim peneliti dari Liverpool University menemukan beberapa komplikasi pada wanita gemuk yang sedang hamil. Penemuan ini setelah melakukan pemeriksaan 30.000 wanita yang melahirkan selama kurun waktu 4 tahun.

Beberapa komplikasi yang terjadi pada wanita gemuk saat hamil seperti dilaporkan British Journal of Obstetrics and Gynaecology adalah:

1. Wanita gemuk memiliki masa kehamilan yang lebih panjang.
Dari hasil penemuan 3 dari 10 wanita gemuk memiliki masa hamil yang panjang, sedangkan wanita dengan berat badan normal hanya 2 dari 10 yang telat melahirkan.

2. Wanita gemuk yang hamil membutuhkan induksi artifisial dan memerlukan operasi caesar.
Sepertiga wanita gemuk yang hamil membutuhkan bantuan induksi dalam proses persalinan dibanding wanita normal yang hanya seperempatnya. Serta 3 dari 10 wanita obesitas harus melahirkan secara caesar.

3. Sebagian besar ibu gemuk yang melahirkan melalui vagina memiliki tingkat komplikasi yang lebih besar dibanding dengan berat badan normal.

4. Studi tahun 2007 menunjukkan hampir separuh wanita obesitas yang meninggal sesaat setelah melahirkan. Studi ini juga menemukan bahwa saat ini ibu yang obesitas menjadi salah satu risiko terbesar ketika melahirkan.

5. Obesitas yang terjadi selama hamil seringkali menyulitkan proses induksi serta dikaitkan dengan risiko tinggi operasi caesar dan kemungkinan komplikasi yang mengikuti seperti infeksi, perdarahan dan gumpalan darah.

"Ibu yang obesitas telah menjadi salah satu faktor risiko yang muncul dalam praktek kebidanan, termasuk mengalami kehamilan yang berkepanjangan," ujar Dr Sarah Arrowsmith dari University of Liverpool’s Institute of Translational Medicine, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (27/1/2011).

Untuk itu wanita yang obesitas sebaiknya mengatur berat badannya sebelum memutuskan untuk hamil. Serta sebaiknya tidak melakukan diet ketat saat hamil karena akan mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Akibat Ibu Hamil Kurang Vitamin dan Mineral

Ibu hamil harus punya cukup nutrisi. Jika ibu hamil kekurangan nutrisi dan vitamin maka bisa menimbulkan masalah pada kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Apa saja akibatnya?

Kebutuhan nutrisi tertentu yang meningkat membuat ibu hamil berisiko mengalami defiensi pada beberapa vitamin dan mineral. Maka itu ibu hamil perlu mempertahankan pola makan sehat dan seimbang.

Jika ibu hamil kekurangan nutrisi dan vitamin seperti dikutip dari Livestrong dan Babyfit, Jumat (11/2/2011) maka ini yang akan terjadi:

Kekurangan asam folat
Asam folat atau vitamin B9 membantu tubuh memproduksi dan mempertahan sel-sel baru, sedangkan pada awal kehamilan asam folat mendukung produksi darah dan sel darah.

Kebutuhan asam folat saat hamil meningkat dari 400 mg per hari menjadi 600 mg per hari. Jika terjadi kekurangan asam folat saat hamil maka berisiko melahirkan prematur, cacat tabung saraf (neural tube defect).

Kekurangan vitamin A
Ibu hamil berisiko mengalami kekurangan vitamin A terutama selama trimester terakhir ketika permintaan untuk janin yang dikandung dan ibu hamil sendiri meningkat.

Asupan vitamin A yang kurang selama hamil bisa mempengaruhi kemampuan penglihatan dan juga perkembangan paru-paru janin.

Kekurangan zat besi
Dalam laporan The Journal of Nutrition edisi 2003 menuturkan selama hamil volume darah meningkat sebesar 35-40 persen. Sel darah mengandung protein hemoglobin yang memerlukan mineral zat besi. Hemoglobin ini akan membawa oksigen ke sel-sel tubuh ibu dan janin, karenanya zat besi menjadi nutrisi yang penting.

Transfer zat besi ke janin akan meningkat selama minggu ke-30. Jika kadar zat besi yang ditransfer rendah akan membuat janin tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup (berisiko berat badan lahir rendah) dan ibu juga akan mengalami kekurangan yang berisiko anemia.

Kekurangan kalsium dan vitamin D
Kebutuhan kalsium dan vitamin D akan meningkat selama kehamilan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tulang serta gigi bayi. Jika asupan kalsium dan vitamin D tidak mencukupi, maka bayi akan mengambilnya dari tulang ibu. Hal ini meningkatkan risiko osteoporosis pada ibu dan infeksi pernapasan pada bayi.

Kekurangan vitamin B12
Vitamin B12 diperlukan tubuh untuk membentuk DNA, RNA, lemak dan beberapa hormon serta protein yang berperan penting untuk membentuk sel darah merah dan menjaga saraf tetap bekerja dengan baik.

Selama hamil cadangan vitamin B12 dalam tubuh kemungkinan habis yang membuatnya berisiko mengalami defisiensi. Kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilannya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More