Showing posts with label Sex Ibu Hamil. Show all posts
Showing posts with label Sex Ibu Hamil. Show all posts

Posisi Bercinta yang Nyaman Saat Hamil

Kehamilan seharusnya bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan kepuasaan selama berhubungan seks. Bahkan banyak wanita yang merasakan kenikmatan lebih ketika menjalani seks selama kehamilan daripada sebulum hamil.

Berikut ini adalah posisi seks yang paling aman untuk wanita hamil, yang dikutip medic magic dari buku yang dikarangan oleh Helena Frith Powell, berjudul 'Be Incredibly Sexy: A Crash Course In Getting Your Groove On-and Keeping It There’.

Women on top
Saat hamil, posisi wanita di atas pria merupakan posisi yang paling aman. Duduklah di atas tubuh pasangan. Posisi ini juga membuat wanita lebih nikmat.

Posisi missionary
Lupakan posisi misonary klasik, karena Anda akan kesulitan dengan keadaan perut yang membesar. Berbaringlah dan tarik lutut ke dada, sehingga memudahkan pasangan untuk penetrasi. Agar lebih nyaman, letakkan bantal di bawah tubuh Anda.

Posisi menyamping

Berbaringlah dengan posisi menyamping, membelakangi suami. Posisi seks ini akan terasa lebih nikmat saat suami membelai perut dan bagian sensitif lainnya.

Posisi duduk

Posisi pasangan duduk dan Anda duduk di atasnya dan saling berhadapan. Lakukan gerakan seks secara perlahan dan jangan sampai pasangan terlalu menekan perut Anda karena bisa membahayakan.

(Kiki Oktaviani - wolipop)

4 Aturan Berhubungan Seks Saat Hamil

Tidak sedikit wanita menjadi takut untuk bercinta saat mereka berbadan dua atau hamil. Sebenarnya seks selama hamil tetap diperbolehkan asal Anda tahu aturannya. Apa saja?

Dr Vanda Mustika, konsultan seks wolipop, memberikan beberapa saran untuk Anda para wanita hamil agar tetap nyaman saat bercinta. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan:

1. Ada kondisi-kondisi tertentu selama kehamilan yang biasanya tidak boleh melakukan hubungan seks, misalnya adanya perdarahan selama kehamilan, letak plasenta di bawah, adanya infeksi jalan lahir, ataupun kehamilan yang mengalami masalah lainnya.

2. Pada kehamilan tiga bulan terakhir, biasanya perut akan semakin membesar, rahim terdorong ke bawah sehingga perlu lebih hati-hati saat melakukan hubungan seksual. Perlu diperhatikan posisi saat penetrasi, jangan sampai menekan perut ibu dan juga sebaiknya penetrasi penis tidak terlalu masuk ke dalam vagina, karena dapat menekan mulut rahim. Posisi yang aman selama hamil adalah posisi wanita di atas atau miring, sehingga istri dapat mengatur kedalaman penetrasi penis.

3. Pada kehamilan yang tidak mengalami masalah, menjelang hari-hari kelahiran ada baiknya untuk melakukan hubungan seksual, agar prostaglandin dari cairan sperma, dapat membantu merangsang kontraksi uterus sehingga mempermudah proses kelahiran.

4. Namun apabila setelah berhubungan seksual terjadi flek-flek perdarahan, kontraksi, keluar cairan ketuban ataupun kemudian timbul keputihan yang banyak, berwarna, berbau dan terasa gatal, segera konsultasikan ke dokter kandungan yang Anda percaya.

Sementara itu, seperti dilansir dr Drew, ketika hamil, para wanita tak perlu takut berhubungan seks dengan pasangannya. Namun memang ada hal-hal yang mempengaruhi aktivitas seksual wanita saat mereka tengah mengadung, yaitu:

1. Kepercayaan yang telah Anda miliki tentang seks

2. Kepercayaan yang pasangan Anda miliki tentang seks

3. Kondisi fisik pada saat kehamilan

4. Kondisi emosional pada saat kehamilan

Di luar dari faktor-faktor tersebut, sebenarnya seks pada saat kehamilan bisa lebih nikmat. Cairan vagina Anda meningkat, selain itu perubahan pada area genital membuat beberapa orang justru bisa merasakan orgasme untuk pertama kalinya.

Dampak Negatif dari Hubungan Seks Saat Hamil

Secara umum, berhubungan seks selama masa kehamilan tidak membahayakan janin. Namun dalam kondisi tertentu, wanita hamil dianjurkan untuk puasa bercinta karena bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal mengungkap bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa hubungan seks saat hamil bisa memberikan dampak negatif. Seks tidak dilarang selama tidak memiliki kelainan tertentu.

"Risiko dan kontraindikasi dari hubungan seks saat hamil sangat sedikit, sehingga tidak alasan untuk membatasinya," ungkap salah satu peneliti, Dr Clair Jones dari University of Toronto.

Meski jarang, beberapa jenis gangguan kehamilan bisa saja terjadi pada beberapa wanita yang punya risiko tinggi. Pada kelompok ini, hubungan seks memang sebaiknya dibatasi selama hamil dan beberapa hari setelah bersalin karena bisa memicu dampak serius yang membahayakan janin.

Dikutip dari Livescience, Rabu (2/2/2011), berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari hubungan seks selama kehamilan pada wanita dengan risiko tinggi.

1. Kelahiran prematur Wanita yang hamil anak kembar atau punya risiko tinggi untuk melahirkan secara prematur dianjurkan tidak berhubungan seks. Meski tidak banyak penelitian yang membuktikan bahwa hubungan seks saat hamil bisa memicu kelahiran prematur, beberapa dokter menganjurkan wanita yang pernah melahirkan secara prematur untuk puasa seks demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

2.Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease) Penyakit radang panggul dipicu oleh infeksi seksual menular termasuk chlamydia. Selain menyerang organ reproduksi seperti indung telur dan saluran telur, infeksi ini bisa terus menjalar hingga menulari janin. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakai kondom saat melakukan hubungan seks yang berisiko terutama saat hamil.

3. Perdarahan tali pusar Hubungan seks sebaiknya dihindari pada wanita hamil yang memiliki placenta previa atau tali pusar yang melintas di leher rahim. Dikhawatirkan, jari, penis atau benda apapun termasuk sex-toy bisa melukai plasenta dan memicu perdarahan yang membahayakan janin.

4. Penyumbatan vena oleh udara (venous air embolism) Embolisme atau penyumbatan vena oleh udara akibat hubungan seks jarang terjadi, namun bisa memicu sedikitnya 18 kematian ibu dan janin di antara 20 juta kehamilan. Jika melakukan seks oral saat hamil, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina karena berisiko menyebabkan udara masuk ke vena dan menyumbat aliran darah ke janin.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More